Konsep
E-Learning
´ E-learning
adalah himpunan aplikasi dan proses yang
meliputi pembelajaran berbasis web (web based learning),
pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), dan kelas
virtual /maya(virtual
lassroom)
(The American Society for
Training and Development )
´ Sebuah teknologi
informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk dunia maya.
´ E-learning
sering
pula disebut pembelajaran onlineatau online course.
Pembelajaran online dalam pelaksanaannya memanfaatkan dukungan jasa teknologi, khususnya teknologi
informasi dan komunikasi, seperti komputer,
telepon,
audio, video, transmisi satelit, dan sebagainya
´ Memunculkan model pembelajaran baru:
1. Computer
Based Learning: software, soft copy
2. Web
Based Learning
3. Mobile
Learning
Karakteristik
E-Learning
1. Interactivity
E-learning harus memfasilitasi jalur
komunikasi baik secara real time(synchronus) seperti chatting dan messenger,
maupun tidak real time (asynchronous) seperti forum dan mailing list.
2. Independency/kemandirian
Ketersediaan bahan belajar, waktu, dan
akses yang flexibel memungkinkan peserta didik untuk melakukan aktivitas
pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing dan menjadi active learner.
Namun hal ini tidak akan berjalan baik jika masing-masing individu tidak
memiliki kemandirian. Kemandirian disini berarti peserta didik belajar tanpa
ada yang menyuruh atau mengingatkan, mengerjakan tugas tanpa ada yang
mengejar-ngejar dan lain-lain. Semua berdasarkan kesadaran sendiri. Jadwal,
pengaturan waktu dan reminder, bahkan saran acuan belajar yang ada hanya berupa
mesin belaka, yang tidak akan berarti apapun jika peserta didik tidak
menyadarinya secara mandiri.
3. Accessibillity/aksesabilitas
Sumber-sumber belajar dan informasi
akademik harus lebih mudah diakses dan terdistribusi lebih luas dibandingkan
dengan pembelajaran konvensional.
4. Enrichment/pengayaan
Kegiatan pembelajaran serta presentasi
bahan pembelajaran disajikan dengan cara yang lebih variatif dan interaktif
seperti penggunaan video striming, aplikasi simulasi, dan animasi.
Tujuan
E-Learning
1. Meningkatkan daya serap peserta didik atas materi yang
diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif
2. Meningkatkan kemampuan belajar
mandiri
3. Meningkatkan kualitas materi
pembelajaran
4. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
Manfaat
E-Learning
1. Pengajar
dan pembelajara dapat berkomunikasi secara cepat dan mudah melalui fasilitas internettanpa
dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu
2. Peran pembelajar menjadi lebih aktif mempelajari
materi pembelajaran, memperoleh ilmu pengetahuan atau informasi secara mandiri
tidak mengandalkan pemberian
dari pengajar, disesuaikan pula dengan keinginan dan minatnya terhadap materi pembelajaran.
3. Relatif lebih efisien dari segi tempat, waktu,
dan biaya.
Komponen
E-Learning
1. Infrastruktur
Infrastruktur e-learning dapat berupa
personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan
multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita
memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
2. Sistem
dan aplikasi
Sistem perangkat lunak yang
mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen
kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor),
manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering
disebut dengan Learning Management Sistem (LMS). LMS banyak yang opensource
sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah
dan universitas.
3. Konten
Konten dan bahan ajar yang pada e-Learning system
(Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk
Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia) atau Text-based Content
(konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Konten ini disimpan
dalam Learning Management System (LMS) Sehingga dapat dijalankan oleh siswa
kapanpun dan dimanapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar